Cerita Untuk Cinta


http://www.agrinioculture.gr/2012/01/05/%CF%83%CE%BA%CE%BF%CF%85%CF%81%CE%B9%CE%B1%CF%83%CE%BC%CE%AD%CE%BD%CE%B7-%CE%BC%CE%B7%CF%87%CE%B1%CE%BD%CE%AE/

Ketika Romeo mengira hanya kematian dapat menyatukannya dengan Juliet
ada pesan lain dihembuskan dari sebuah hubungan tak berestu,

Indah nuansa bersamanya mereka tergambar romantis membiru
dianggap kisah sejati diliputi haru yang terabadi hingga kini.

Banyak pasangan insan mengikuti jejak, melangkah mantap walau aral merintang
bersuka ria meski tanpa persetujuan orang tua, menganggap benar bahagia asal berdua
sebab Tuhan telah mencipta manusia secara berpasangan, melengkapi kosong di diri.

Dibangga pujaan dalam hati, hingga membumbunglah angannya meresapi ingin
penuh gelora, yang menguasai raga dan rasa, dan mengantarkan kepada adanya pengorbanan.
Memberikan, mengusahakan, serta melakukan apa saja untuk tetap bersama

Namun, bukan pengorbanan cinta murni dengan perjuangan, melainkan cinta atas tuntutan penyerahan hasrat.
Pengorbanan itu datang dari bisik diri yang sesat, mendatangkan keegoan mendalam
menghalalkan segala cara diperbuat, demi menjadikan sang cinta menguasai singgasana

Dan ketika raga mereka terpisah batasan, seolah jiwa terbelah keberadaan
mulailah wajah sang pecinta menampakkan guratnya menyongsong pemilik rasa,
menafikan ancam pun kutuk atas jalinan berakar semu

Petuah dan khutbah tak mampu mengganti getar nada di nadinya
sebab matanya telah buta, pun telinganya menjadi tuli oleh cinta
hanya kata 'cinta' dan suara 'cinta' dapat ia dengar.

Mereka lupa, kisah Romeo dan Juliet dibuat bukan untuk diikuti melainkan diresapi makna di belakangnya,
tidak ada bahagia akan dirasa, atas cinta dipaksa dan juga cinta durhaka.
Terlebih, tiada bahagia dijelang ketika melepas raga dengan percuma
tinggal ke sia-siaan mengantarkan pada kerugian semata.

Jika benar cinta dalam hati murni adanya, biarkan ia tumbuh tanpa melukai sesama
setiap keputusan pastinya menghadirkan pihak lain untuk terlibat akibat,
jangan bubuhi pupuk berbahaya pada akarnya, sebab bisa melukai selainmu juga
sucikanlah cinta, agar didapati ia dengan wajah penuh cahaya dan bahagia.

Bukankah sepasang insan bernyawa disatukan agar saling mengobati, bukan meracuni ?
Mereka dicipta untuk mengabdi pada pencipta cinta, bukan pecinta cinta.
Apabila waktu memisahkan keduanya, hanya kehendak Tuhanlah segala terjadi
bahkan, kemungkinan disatukannya kembali dalam keabadian surgawi.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama