Kamis, 13 Februari 2020

Surat Pada Suatu Masa


Kawan...
Sempatku merasa asing di wilayah tempat asal lahir sendiri, bagai tersesat di kedalaman semesta raya. Kakiku seolah tak berpijak di tempatnya, "hambar" komentar hati tersembunyi. Sulit tergambar perasaan kala kali pertama berhadapan dengan keadaan yang jauh dari ekspektasi, tak terduga sebelumnya. Entah dari segi tatanan bahasa, lingkungan, pun orang sekitar, nampak berbeda dari pergaulan lama. Aku atau merekakah terlihat aneh, tak bisa diputuskan. Namun dari sudut pandangku, kesan pertama tiadalah istimewa. Dugaanku, ini sebuah langkah awal pengaplikasian ilmu semasa sekolah. "Batu loncatan," begitu orang menyebut.

Jika ditelisik secara kasat mata, gelar di ujung namaku memanglah tepat dengan lingkungan sekarang. Hanya ketidakrelaan belum memutuskan hubungan nyata di kota perantauan. Jiwaku seolah tertawan bersama gedung perkantoran dan kesemrawutan jalanan ketika hari kerja, beserta segala kesibukan yang kejar-mengejar dalam menuntaskan sebuah misi. Dan, aku terlanjur menyatu dengan teriakan kendaraan di tengah kemacetan, menjadi wakilku dalam menyuarakan kegelisahan.

Sabtu, 25 Januari 2020

Berwisata Halal Dengan Cruise Cheria Holiday


Belumlah lama rasanya hidung ini mencium aroma amis lautan, serta menyaksikan debur ombak tergulung gelombang, yang terbelah kapal melintas di atas permukaannya. Angin bertiup memainkan ujung hijab dan pakaian kita, selagi sedang menanti fajar sebagai penghangat perjalanan singkat kala itu. Meski hanya melintasi pelabuhan Merak - Bakauheni, menggunakan kapal Pelni setara kelas ekonomi dengan fasilitas ala kadarnya.

Memang tampilannya tidak semewah dan sebesar kapal Titanic, dirancang nyaman nan gagah, lengkap dengan gimnasium, kolam renang, perpustakaan, restoran kelas atas dan kabin mewah. Sedangkan kapal ekonomi kita, cukup . Mungkin di suatu hari, kita pun bisa menikmati perjalanan menggunakan kapal semewah itu, "kita ngebolang," katamu waktu itu.

Lalu, ingatkah kamu sewaktu merencanakan hendak ke Singapura? Dikagumi sebab kebersihannya amat terjaga, orang-orangnya pun sangat tertib dan patuh aturan. Walaupun termasuk negara multikultur, namun toleransi antar etnis selalu terkendali. Apa salahnya bila kita pun belajar untuk bisa seperti mereka? Bukankah dalam Al-Qur'an terdapat firman Allah SWT yang berbunyi :"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal...(Q.S. Al-Hujurat : 13).

Oleh karena itu, jika ingin menjelajah keliling dunia, kamu lebih setuju dimulai dari Singapura dahulu. Dari sana kita akan belajar untuk menghilangkan istilah minoritas dan mayoritas, agar saling menghormati setiap keyakinan dan menerima keberagaman. Kita bisa ke tempat ikonik, seperti USS (Universal Studios Singapura), Merlion, Chinatown, Bayfront, dan lain-lain.

Kamis, 02 Januari 2020

Surat Pengantar ke Abadian


Kubaca lagi surat yang kau kirim, melalui sebuah pesan online. Aku eja dengan seksama agar tak salah seperti sebelumnya, sebab sibukku terlanjur menguras konsentrasi hingga terjadi ketidaknyambungan jawaban yang kau pinta.

"Surat Kronologis Kematian", judul yang kau tuliskan. Melayangkan ingatanku pada sosok paruh baya serupa ayah sendiri. Tak hentinya hati ini mengagumi beliau, selalu menyambut hadirku dengan hangat nan ramah, menjadikanku bagian keluarga.

Sedari kecil, aku terlanjur nyaman dan lebih dekat dibanding ayah kandung. Obrolan bersama beliau tak sekalipun menyudutkan apalagi menggurui, saling bertukar cerita, serta berbagi peristiwa sehari-hari, selebihnya diisi menyantap makanan dalam satu meja. Ketika weekend tiba, kadang kudiikutsertakan berwisata, silaturahmi dengan sesama saudara jauh.

Sabtu, 28 Desember 2019

Hati yang Tertusuk Duri

Image
Pada apa yang lalu, telah usai dan tak 'kan kembali. Di hidup, udara terus mengisi ruang tak bertepi, menggerakkan benda sekitar. Sentuhannya berupa angin yang kau rasa, besar kecilnya tergantung pada tekanan.

Bila tekanan itu kecil nan lembut, maka bisa menenangkan raga, dan harapan seolah diterbangkan menuju muara yang hendak dicapai. Namun ketika tekanannya berubah besar serupa amukan, akan ada ketidakterimaan yang menggusarkan, bahkan mungkin menghancurkan keadaan.

Begitu berpengaruhnya tekanan yang diterima terhadap suasana hati, sampai terkadang emosi pun 'tak terkendali. Senang, sedih, atau marah tidak dapat diukur mata, tersembunyinya dalam hati. Kelak apabila hati tak sanggup menampung beragam keadaan yang dirasa beban, akan meledaknya kata 'tak bertuan. Mungkin akibat ketidaksiapan menghadapi atau karena keimanan telah melemah, terpengaruh godaan menyesatkan.

Senin, 29 Juli 2019

Ketika Mata Sepet, Insto Dry Eyes Solusi Tepat

Sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi seorang admin bekerja di depan layar komputer. Berlama mengetik dan mengedit, mengharuskan mata menatap lebih seksama ke monitor. Hal itu dilakukan agar terhindar dari kesalahan tak dinginkan.

Sebenarnya, tugasku lebih dari sekedar mengurus surat menyurat. Membuat laporan keuangan, laporan bantuan baik dari pemerintah maupun swasta, update data guru dan siswa, dan segala hal terkait kegiatan sekolah. Jika sudah berurusan dengan pekerjaan, secara otomatis jari-jariku tergerak untuk bersentuhan dengan komputer atau laptop, dan menarik mataku bertatapan langsung dengan cahaya di depannya. Keadaan itu berlangsung selama berjam-jam dalam ruangan ber-AC. 

Selasa, 04 Juni 2019

Bersihkan Diri Di Hari Yang Fitri

(image)
Sejak pagi, setiap rumah sudah memperlihatkan kesibukan di dapur, menyiapkan masakan untuk malam nanti disuguhkan ke masjid atau disebut 'ngariung', sebagai bentuk syukur sebab Ramadhan sudah berhasil dilalui. Di daerahku, ada tradisi 'munggahan' kala menyambut datangnya Ramadhan dan saat penutupan Ramadhan. Jadi, setiap rumah akan menyediakan beberapa bungkus nasi lengkap dengan lauk-pauk dan diisikan ke dalam sangku plastik, lalu diantar ke masjid untuk riungan bersama jama'ah yang datang. 

Nasi untuk riungan
Selain itu, kegiatan bersih-bersih pun mulai dilakukan agar rumah nampak lebih rapih dari biasanya, mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan kaca jendela, kursi dan meja. Barang-barang yang tidak penting, dimasukkan sementara ke gudang. Menjelang lebaran, berbagai kesibukan memang lebih meningkat, memastikan agar semua nampak pantas dilihat bila tamu datang silaturahmi.

Senin, 03 Juni 2019

Harapan Seorang Insan Cacat Iman


Suka cita mewarnai, detik-detik menuju kemenangan terdengar menggema semakin kuat. Banyak momen indah dan penuh makna mengiringi Ramadhan kali ini, entah suka atau duka, semuanya akan menjadi kenangan setelah Ramadhan pergi.

Besarnya harapan agar setiap tahun dapat dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan, menikmati tiap waktunya dengan khusyu' beribadah, menghiasi diri dengan do'a dan shalawat. Tapi nyatanya, tidak semua rencana berjalan sesuai keadaan, dan setiap kondisi tak lepas dari beragam ujian iman.

Ya Allah, betapa rugi rasanya waktu yang terlewati hanya untuk urusan duniawi. Demi menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan dari tempat kerja, kadang panggilan-Mu tidak segera kulaksanakan, suara adzan berlomba dengan bunyi mesin printer, sehingga penundaan ditanggapi sebagai pemakluman.

Minggu, 02 Juni 2019

Momen Ramadhan Yang Spesial

Bukber sekolah
Setiap Ramadhan memiliki kesan tersendiri, melalui tiap detik berharganya dengan sesuatu yang bermanfaat. Mengisi hari demi hari dengan kegiatan yang mendatangkan pahala, mengambil hikmah atas peristiwa yang terjadi, dan bersyukur atas segala nikmat yang didapat. Kini, di ujung Ramadhan, ada moment tertentu yang akan menjadi kenangan terbaik dan tak terlupakan, selain beberapa catatan untuk dikoreksi. 

1. Acara bukber
Mengadakan buka bersama (bukber) sudah lumrah dilakukan dan pasti ada di setiap moment Ramadhan. Namun, tidak setiap tahun kita bisa berkumpul dengan teman atau orang yang sama, dan keadaan pun akan berbeda dari tahun ke tahun.

Sabtu, 01 Juni 2019

Kue Tradisional Sebagai Hidangan Lebaran

Kue kering
Makanan waktu lebaran selalu mempunyai ciri khas yang berbeda dengan hari lainnya. Itulah salah satu istimewanya lebaran, banyak makanan yang difavoritkan tersaji. Barangkali kalau selalu ada di hari yang lain, namanya makanan sehari-hari...hehehe, jadi tidak spesial lagi, bahkan bisa jadi bakal membosankan.

Sebut saja kue kering; nastar, putri salju, kastengel, atau kue kering lainnya. Sangat sulit ditemukan di hari biasa, namun saat Idul Fitri banyak yang menjualnya. Sehingga butuh penantian yang cukup lama hanya untuk menikmati makanan ini, apalagi kalau tidak bisa bikinnya.

Jumat, 31 Mei 2019

Menahan Hawa Nafsu Agar Amalan Ramadhan Terjaga

(Image)
Ramadhan ini hanya tinggal menunggu hari, tiap detiknya teramat sangat berharga. Di mana kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak amalan-amalan, serta melakukan kebaikan. Dikatakan bahwa, setan dibelenggu selama bulan Ramadhan sehingga kita lebih mudah untuk beribadah dengan sungguh-sungguh. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : "Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu." (HR. Bukhari).

Akan tetapi, terkadang kita lupa atau karena terlena urusan duniawi, sehingga masih saja menunda urusan akhirat. Meski setan tidak lagi bebas mengganggu, namun hawa nafsu dalam diri sangat sulit terkendali. Ada saja kebiasaan buruk atau tidak bermanfaat belum bisa terlepas seutuhnya, seperti menunda shalat ketika adzan sudah berkumandang, hanya demi menuntaskan kegiatan yang tengah dilakukan. Atau tanpa disadari telah berghibah karena curhatan tiada sengaja, padahal bisa dihindari atau dinasehati dengan cara yang baik.