Jumat, 06 Juli 2018

Nongkrong A La Anak Galau

Di satu hari yang membuatku amat sibuk, seorang teman mengajak bertemu, "Hari ini pulang jam berapa? Pengen main, huhuhu," tulisnya galau melalui pesan singkat.
Sedikit ragu aku pun menjawab menurut perhitungan, "Sekitar jam dua belasan."
"Oke, nanti jam satuan ke sana ya," putusnya.
"Iya, ditunggu." senyumku simpul.

Targetku semula bisa selesai sebelum dzuhur, nyatanya masih terdapat beberapa kekurangan dalam laporan yang harus dikumpulkan hari itu dan ditambah lagi tanda tangan pimpinan belum lengkap kudapatkan. Akhirnya, pesanku sampaikan pada temanku untuk memundurkan waktunya sampai kukabari nanti. Dia pun tidak keberatan. Berkendara menyelesaikan laporan ke sana ke mari hingga tuntas diserahkan ke Kemenag, barulah perasaanku lega dan bisa mengabari temanku. Sore menjelang, kemudian diputuskanlah untuk mencari kafe yang dekat dari rumah dan tidak melewati jalan raya.

Jumat, 01 Juni 2018

Bukan Salah Perbedaan

Aku mengingat perbedaan itu indah begitu adanya. Seperti banyaknya orang yang pernah ditemui bahkan dikenal kemudian. Tempatku bekerja dulu bukanlah perusahaan asing, seluruh karyawannya asli Indonesia dengan latar berbeda. Betawi, Jawa, Sunda, Sumatera, hingga Tionghoa melebur tanpa batas komunikasi serta pergaulan. 

Saat bekerja, mereka secara profesional mengerjakan project untuk diselesaikan sesuai permintaan klien, bila perlu lembur pun dijalani. Namun waktu luang selalu dimanfaatkan, sekedar mengusir penat dan lelah yang menggelayut, tidak sungkan kejenakaan masing-masing mereka tunjukkan selayaknya anak kecil usai belajar di kelas.

Rabu, 18 April 2018

Blogger Perlu Belajar Fotografi

Gedung Permata Kuningan
Pada umumnya sebuah tulisan memang terlihat lebih menarik bila disertai gambar penunjang. Coba bandingkan dengan tulisan sepanjang seribu kata tanpa sisipan gambar apapun, meskipun rangkaian katanya menarik dan penuh makna namun akan mengurangi keindahannya. Oleh karena itu, foto mesti ada dalam setiap postingan di blog agar tidak seperti sayur tanpa garam.

Tepat kiranya pertemuan Blogger FLP Jakarta pada Minggu (8/4/2018) lalu mengusung tema  "Foto untuk Blog". Di sinilah Mas Jun Joe Winanto, sang pemateri berbagi berbagai pengalaman mengenai keuntungan yang telah diperolehnya dari hasil jepretan kamera. Undangan sebagai guest star di restoran terkenal, serta tawaran demi tawaran mampu menambah pundi-pundi rupiah ke rekeningnya, tak ketinggalan jalan-jalan gratis pernah juga dirasakan.

Sabtu, 31 Maret 2018

Kesempatan di Waktu Mendatang

Pancoran
Ibu kota terasa memudar warnanya sekarang, mungkin magnetnya mulai terkikis atau cuma perasaanku sedang mengalami bosan. Itu yang kurasakan kini, berbeda dulu tetapi tak bisa kuramalkan untuk nanti. 
 
Selalu ada pemandangan sama setiap kali kukunjungi kau di sana. Padatnya jalan raya membuatku kesulitan menyebrang, ketika hendak masuk gang tempatmu tinggal serta selokan yang mirip kali selebar dua meter, selalu meluap di kala hujan lebat. Membuatku terbiasa, tak persoalkan. Selama kita masih bisa bersua, kembali berbagi rasa dan cerita dalam sekulum semangat, apresiasi pesan-pesan terkirim sebelumnya. Bagiku, semua lebih indah dan nyata dibanding kilauan cahaya dari gedung bertingkat depan kostmu di lantai dua.

Rabu, 14 Februari 2018

Hidup Sehat Bersama DokterBabe


Keadaannya telah berbeda kini, wajah yang semula tegar berkarakter menjadi pucat kehilangan banyak daya dan tenaga. Sesekali dikeluhkannya rasa sakit pada ruas-ruas jari tangan kiri, tulang kaki hingga rongga dada. Napasnya berat seperti lelah berolahraga, batuk kering pun ia rasakan sejak sebulan terakhir. Belakangan, barulah ia ketahui telah menderita paru-paru terendam cairan; dalam bahasa kedokteran disebut pneumonia.

Bimbim, aku memanggilnya. Sulung dari dua bersaudara, menjadi tulang punggung keluarga semenjak ditinggal ayah tercinta. Bekerja di ibu kota adalah mimpi dari perempuan yang kukenal sedari kuliah itu. Mengalami sekian kali gagal untuk selalu bangkit kembali, semakin membuat mentalnya kuat dan tidak mudah menyerah. Akan tetapi di balik kemandirian tersebut, ia seakan lupa menjaga kesehatannya sendiri. 

Rabu, 31 Januari 2018

Belajar Menjadi Blogger Anti Mager


Peserta & Panitia Workshop
Sebagai angkatan ke tujuh belas komunitas FLP Jakarta, sebenarnya bisa dibilang sudah sejak lama tergabung menjadi anggotanya. Namun sayang, saya termasuk anggota tidak aktif. Banyak event saya lewatkan, bahkan para anggotanya hanya beberapa yang dikenal. Disitulah kadang muncul rindu... 😁

Mulanya karena penasaran dengan dunia kepenulisan, saya pun mendaftarkan diri. Setelah pertemuan selama 6 bulan diikuti, ilmu baru saya dapatkan, motivasi untuk terus berkreasi pun seakan menyulut keinginan ketika berkumpul bersama teman-teman. Setidaknya beberapa materi telah saya praktekkan, meski sekedar latihan sepertinya cukup efektif dalam mengasah apa yang disuka. Akan tetapi tidaklah mudah untuk terus konsisten, ada saja kendala menghentikan. Entah itu terlibat dalam setiap kegiatan atau mengikuti event kepenulisan, keduanya terlantarkan.

Sabtu, 27 Januari 2018

Perpisahan yang Tertunda





Siang menjelang, matahari ramah menyapa ketika langkah kami keluar dari gedung perkantoran. Menggunakan sebuah angkutan umum daripada harus berkonvoi dengan motor, perjalanan berjarak sekira 5,4 kilometer tidak terasa. Sebagaimana biasa orang yang saling mengenal, maka obrolan ringan dengan canda tawa pun mengiringi. Walau suasana tersebut tidak seirama dengan lagu galau jaman dulu yang diperdengarkan.

Tidak sampai tiga puluh menit, mobil kami pun memasuki parkiran rumah makan Bonang di kawasan Merak, Banten. Aroma amis menyeruak seketika, laut yang tidak lagi bersih menjadi pemandangan ‘tak terhiraukan. Dari beberapa saung, hanya satu saung paling dekat pantai kami tempati. Ternyata telah duduk sepasang suami-isteri dengan seorang cucu perempuan kecilnya, menyambut ramah kehadiran kami. Mereka adalah pimpinan lama di tempat kami bekerja

“Wah, ternyata ini acara farewell yang sempat tertunda satu tahun yang lalu.” Pikir beberapa karyawan, setelah menyadari.

Selasa, 16 Januari 2018

Surat Dari Diri Yang Lain


Harapku ingin kau selalu baik-baik. Baik jiwa pun pikiran, jauh dari keadaan tidak menyenangkan. Niat dan do'a setiap waktu menyertai, kata-kata menenangkan mengiringi, serta hiburan untuk mendamaikan diri tidak lupa disematkan. Jadi, tak usah kau risau tentang kepedulian seseorang atau pendapat dia, yang bisa jadi menyakiti. Hanya, selalulah pastikan jalan pilihanmu adalah benar.

Aku menulis surat ini di kala embun belum tercemari, agar kau rasakan sejuknya udara yang belum menghirup debu dan pikiran pun dapat menerima pasrah atas jiwa tenangmu. Sejenak, jernihkan dirilah bersama alam, mensyukuri sekeliling dulu sebelum melangkah meninggalkan jejak-jejak kaki.

Minggu, 24 Desember 2017

Tampil Kekinian Bersama Seply By Ethica




Sebagai seorang muslimah, sudah kewajiban untuk menutup aurat dari ujung rambut sampai mata kaki sehingga menjadi penting ketika kita berpakaian. Tentu yang harus diperhatikan salah satunya yaitu pemilihan bahan, seperti tingkat ketebalan maupun kelonggaran saat dikenakan di tubuh kita, jangan sampai layaknya orang tidak berpakaian. Dan seiring perkembangan dunia fashion, model pakaian kini semakin beragam, termasuk untuk para muslimah.

Ethica (baca : etika), menjadi salah satu brand fashion yang bukan hanya memerhatikan kebutuhan masyarakat saat ini, namun juga mengutamakan ketentuan ajaran Islam. Mengusung tema "Spiritualitas Islam yang Mencerahkan", Ethica hadir memberikan nuansa baru, bagi yang berjiwa muda dan menginginkan kebaruan (up to date), tidak hanya berkualitas tapi juga tetap tampil syar'i.

Minggu, 17 Desember 2017

Cerita di Balik Milad Ketiga Blogger muslimah

Keceriaan para peserta
Di Minggu (10/12/2017) yang cerah, menjadi moment paling berkesan sekaligus bersejarah terkait dengan #Milad3BloggerMuslimah. Sebuah kebanggaan karena termasuk satu peserta terpilih diantara puluhan pendaftar lainnya.

Sedari pertengahan November lalu pemberitahuan disampaikan melalui medsos grup BloggerMuslimah.id, dengan syarat dan ketentuan yang diberlakukan maka terasa ketatlah proses penerimaan. Terkumpul sejumlah tiga puluh peserta berdasarkan pendaftar tercepat, hingga harus meninggalkan kekecewaan bagi pendaftar yang tersisih.