Jumat, 01 Februari 2019

Surat yang Kau Terima


Credit

Masih ingatkah kamu akan surat terdahulu, yang kupostkan menjelang lebaran di tahun itu? Ada ragu serta berat menekan hatiku menemani perjalanan surat pertama dan terakhir kukirim. Meski jaman barangkali akan menertawakannya, kubulatkan tekad mewujudkan inginmu yang lalu. Anggaplah permintaan maaf atas segala salah paham di antara kita.

Andai saja kamu tahu; buku catatan, handphone, sosmed, lembaran kertas, bahkan guguran daun yang kutemukan, tertuang setiap kata tertuju padamu. Semua sikap dan ucapan tak berarti sebelumnya, kuurai jujur tanpa menutupi rasa sebenarnya. Namun saat bertemu, nyatanya kita tak pandai mengungkap kata manis dan indah didengar. Bagimu, itulah kenyamanan kita.

Senin, 17 Desember 2018

Memaknai Hijrah Sebenarnya


Undangan itu datang di akhir November, untuk menghadiri Milad 4 Blogger Muslimah pada hari Minggu, 09 Desember 2018. Aku yang terasa jauh dari dunia perblogeran menyambut antusias acara tersebut. Melengkapi formulir pendaftaran yang sedianya harus diisi.

Memang bukan kali pertama acara seperti ini kuikuti, sehingga tahulah banyak ilmu yang akan didapat nanti. Kesibukan lain pun tidak bisa menghalangi, justru seperti didukung keadaan. Jadilah rencana semula terwujud, yaitu turut memeriahkan acaranya Blogger Muslimah. Apalagi bintang tamunya seorang penyanyi yang sempat naik daun di era sembilan puluhan hingga awal dua ribuan. Ialah tERe, hendak berbagi pengalaman spiritualnya kepada kawan-kawan sesama muslimah supaya teguh dalam keislamannya.

Senin, 12 November 2018

Surat Seorang Puteri

Credit
Kulayangkan ingatan pada waktu indah kita bersama
menyusuri jalanan bebatu menanjak serta menikung
peganganku semakin erat kala polisi tidur menghadang
di belakangmu kurasa terlindung apapun bahaya
memastikan sampai tujuan untukku menggali ilmu

Karya tempurung kelapa telah sedia kau buat
agar siap kubawa dengan bangga di hadapan guru
serta bertukar cerita teman dengan kasih serupa
namamu pun berdengung sepanjang hari itu

Rabu, 31 Oktober 2018

Musim Berganti

Credit
Di antara musim berganti, ada harap tersimpan menetap menghadapi arah angin dari penjuru merata. Beberapa bagian menyatu seiring perguliran waktu yang telah ada, dijadikan nyaman bagi keadaan sesama. Entah terlanjur atau memang diinginkan, balutan kesederhanaan disandingkan dengan kepasrahan.

Nyatanya, masa itu terbatasi oleh keadaan yang pasti tidak sama. Ada keteraturan dalam sistem yang berbanding terbalik terhadap ketentuan, sementara musim tidak lagi dirasa nyaman. Guncangan pun dirasakan satu persatu kenyataan, menggali perubahan demi perubahan.

Minggu, 30 September 2018

Surat Kisahan

Credit

Berulang kali surat telah kutulis padamu
dengan kata ataupun tidak semua terungkap di sana
rangka bahasa terpapar melunturkan kelu
menyibak misteri yang terdapati dalam raga
 
Isinya adalah jiwa dan harapan
alurnya tersambung di detak kehidupan
mengisahkan setiap tetes semangat perjuangan
hingga pada persimpangan akanlah terdapat pilihan

Jumat, 31 Agustus 2018

Nasi Gonjleng, Khasnya Cilegon

Jika di Timur Tengah ada Nasi Kebuli, maka Cilegon punya Nasi Gonjleng. Namanya yang terdengar unik membuatku penasaran untuk mencicipi, apalagi masakan ini biasanya tersaji hanya pada hari-hari besar, seperti Lebaran, Isra Mi'raj atau Maulid Nabi. Jadilah siang itu aku berangkat bersama seorang teman yang kebetulan hendak menuju ke Utara kota.


Secara umum, bumbu kedua menu ini sama-sama beraroma pala, pekak dan kapulaga. Rempah-rempah inilah yang tercium saat hidangan disajikan, dilengkapi dengan rabeg, acar, sambal dan emping. Cita rasanya yang sesuai dengan lidah, bumbu dan rempah menyatu dengan takaran pas bercampur dalam nasi, sehingga tidak ada istilah kata "eneg" atau "mblenger".

Selasa, 31 Juli 2018

Pesan Cinta dari Kenangan


Sumber
Satu-satunya hal yang kupunya tentangmu ialah kenangan, karna tak satu pun benda milikmu tersisa. Dan, semua tentangmu adalah indah dan sempurna, karna tak secuil kekuranganmu kuingat fakta.

Suatu tempat 'tlah melibatkan kita secara kebetulan, meski bukan atas dasar keinginan akhirnya pun pertemuan selanjutnya tak terelakkan. Kali pertama kita ditempatkan dalam satu kumpulan. Puja-puji tentangmu meramaikan gendang telingaku, dalam ruang itu barangkali kaum hawa telah terhipnotis oleh paras dan perilakumu. Aku yang terlihat polos menurutmu, justru memaknai sebaliknya dan tak pernah berharap kamu menjadi pimpinan. Bukan karna ketidaksukaan atau hal lain, bahkan kita belum mengenal satu sama lain, sekedar pertemuan singkat tanpa introduction.

Sabtu, 28 Juli 2018

Santap Siang Untuk Kebersamaan

Tubuh selalu bisa mendeteksi sesuatu yang diingini diri, bagai mesin pengingat ia menyampaikan pesan tersirat serupa isyarat. Butuh kepekaan untuk mengetahui apa sesungguhnya dimaksudkan. Siang itu pun terjadi petanda, kala celoteh mulai menyimpang, gerutu sahut menyahut tak keruan hingga lelah seolah terbakar bersama panasnya matahari. Namun sebelum mencapai klimaks, kami langsung menyadari keadaan dengan mendengarkan alarm yang dikirim perut untuk segera diisi.

Demi mendinginkan pikiran dan menyatukan keinginan, maka restoran dengan nuansa asri khas sunda dipilih sebagai tempat persinggahan. Tepatnya di Saung Grogol, letaknya pinggir jalan, cukup dekat dengan Damkar Cilegon. Sekilas terlihat seperti rumah bertingkat dengan pintu pagar dijaga seorang security, apalagi papan reklame berlomba tinggi dengan pepohonan, sehingga harus lebih teliti melihat tulisannya.

Jumat, 06 Juli 2018

Nongkrong Ala Anak Galau

Di satu hari yang membuatku amat sibuk, seorang teman mengajak bertemu, "Hari ini pulang jam berapa? Pengen main, huhuhu," tulisnya galau melalui pesan singkat.
Sedikit ragu aku pun menjawab menurut perhitungan, "Sekitar jam dua belasan."
"Oke, nanti jam satuan ke sana ya," putusnya.
"Iya, ditunggu." senyumku simpul.

Targetku semula bisa selesai sebelum dzuhur, nyatanya masih terdapat beberapa kekurangan dalam laporan yang harus dikumpulkan hari itu dan ditambah lagi tanda tangan pimpinan belum lengkap kudapatkan. Akhirnya, pesanku sampaikan pada temanku untuk memundurkan waktunya sampai kukabari nanti. Dia pun tidak keberatan. Berkendara menyelesaikan laporan ke sana ke mari  sembari ta'ziyah ke rumah pimpinan. Usai laporan diserahkan ke Kemenag, barulah perasaanku lega dan bisa mengabari temanku. Sore menjelang, kemudian diputuskanlah untuk mencari kafe yang dekat dari rumah dan tidak melewati jalan raya.

Jumat, 01 Juni 2018

Bukan Salah Perbedaan

Aku mengingat perbedaan itu indah begitu adanya. Seperti banyaknya orang yang pernah ditemui bahkan dikenal kemudian. Tempatku bekerja dulu bukanlah perusahaan asing, seluruh karyawannya asli Indonesia dengan latar berbeda. Betawi, Jawa, Sunda, Sumatera, hingga Tionghoa melebur tanpa batas komunikasi serta pergaulan. 

Saat bekerja, mereka secara profesional mengerjakan project untuk diselesaikan sesuai permintaan klien, bila perlu lembur pun dijalani. Namun waktu luang selalu dimanfaatkan, sekedar mengusir penat dan lelah yang menggelayut, tidak sungkan kejenakaan masing-masing mereka tunjukkan selayaknya anak kecil usai belajar di kelas.