Lama kutunda menulis bait-bait kata
yang penggalannya selalu ragu membubuhi
pada hal gelisah mewakili, berebut ingin
ia lampiaskan membuat sebuah kesudahan
Satu per satu huruf bagai ujung jarum merajut lembaran kain
dalam rangkaiannya tersusun menguatkan dengan yang lain
menjadi ikatan di antara hubungan hendak terjalin
Di masa angan, mata mulai membawa alam bawah sadar
mencipta keajaiban dalam sekedipan
mengadakan ia di hadapan
melalui indah, melewati beban
Ada seseorang jauh dari jangkauan
dengan nama terpatri bersama namaku
disertai tumpukan surat curahan harapan
gambaran bisu di balik sepatah kata kaku
Namun, tiada suatu merubah ingin
ketika susunan huruf runtuh menanggalkan
wujud pun menampakkan sisinya tanpa isi
Tinggallah pijak terpendam nyata
menyadarkan hampa masih setia
karna diam tetap menyembunyikan rahasia
dengan jarak kita berada.
Tags
puisi