#FFRabu : Perjuangan Terakhir

commons.wikimedia.org
Laki-laki setengah baya itu mulai mendekati seorang perempauan muda. Ditatapnya beberapa lama dari ujung kepala hingga ke sela jari kaki.

"Apa sekarang kamu sudah mendapatkan yang dicari?" Tanya lelaki memecah kebisuan.

"Ya, baiklah. Kamu pasti akan mengatakan bahwa, "Kebahagiaan orang lain, kebahagiaan kita juga." Ujarnya sambil menganggukkan kepala.

Dilihatnya sekeliling ruangan itu. Hening. Hanya ada helaan napas berat seorang Ayah. Tiba-tiba dari belakang bahunya disentuh, "Pak, sudah waktunya," sapa seorang laki-laki berpakaian putih.

"Pergilah dengan tenang Nak. Semoga perjuanganmu membela kaum lemah menjadikanmu layak berada di sisi-Nya," isak laki-laki mengecup kening sang putri dan menutupkan sehelai kain putih ke tubuhnya.

3 Komentar

Lebih baru Lebih lama