Masak Ketupat Lebih Praktis Dengan Panci Presto

Di hari ke-15 Ramadhan nanti, terdapat tradisi qunutan yang ditandai dengan adanya pembuatan ketupat dengan opor ayam atau sayur kulit melinjo. Makanan tersebut digunakan untuk 'ngariung' sebagai tanda syukur, karena telah melewati pertengahan puasa ramadhan. Oleh sebab itu qunutan dikenal juga oleh masyarakat dengan istilah kupatan.

Konon katanya, di 15 hari terakhir selanjutnya akan lebih banyak godaan yang akan dihadapi umat Islam dalam berpuasa. Barangkali kalau diingat-ingat, semakin dekat dengan lebaran maka kebanyakan orang akan lebih sibuk mempersiapkan baju lebaran, kue lebaran, atau mudik, sehingga waktu ibadah kurang maksimal.

Bungkus ketupat
Tradisi qunutan atau kupatan di desaku, biasanya satu hari sebelumnya masyarakat sibuk mencari janur di pasar, beserta bahan-bahan membuat sayur atau opor. Itu karena ketupat harus dimasak pagi harinya, agar lebih cepat matang untuk dimasuk-masukan dalam sangku lengkap dengan lauk-pauk atau sayurnya, lalu di bawa ke masjid untuk ngariung.

Sebenarnya memasak ketupat dengan panci yang biasa ibu pakai jauh lebih repot dan lama sekali. Butuh waktu sekitar 4-5 jam. Selama itu air rebusan harus sering ditambahkan agar tidak menyusut, yang membuat ketupat gosong dan tidak matang sempurna. Tapi usut punya usut, dengan kecanggihan teknologi yang semakin berkembang, muncullah panci presto sebagai panci pelunak daging yang cepat. 

Ternyata panci pesto dapat digunakan untuk memasak apapun, termasuk masak ketupat. Cara kerjanya yang bertekanan tinggi, membuat uap air tidak dapat keluar sama sekali, sehingga suhu makanan di dalamnya akan cepat naik dan matang. Jadi, masak ketupat akan lebih praktis dan cepat dengan panci presto.

Opor ayam & sayur santan kulit melinjo
Berikut cara memasak ketupat dengan panci presto :
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
1 liter beras putih
2 lembar daun pandan
janur kuning atau daun kelapa muda
air secukupnya

Cara membuat ketupat dengan panci presto :
1. Cuci beras sampai bersih, lalu rendam dalam air sampai di atas permukaan. Diamkan selama 1 jam, kemudian tiriskan.
2. Masukkan beras dalam bungkus ketupat, isi sampai setengah bagian, lalu tutup rapat.
3. Lakukan sampai beras habis. Buat simpul masing-masing 5 buah ketupat yang diikat menjadi satu, agar mempermudah pengangkatan.
4. Masukkan ketupat ke dalam panci presto, tambahkan daun pandan, lalu tuang air hingga terendam seluruh bagian ketupat, tapi jangan telalu penuh.
5. Tutup panci dengan rapat dan masak selama 1-2 jam. Tunggu hingga keluar suara mendesis, lalu masak lagi selama sekitar 30 menit.
6. Matikan api dan diamkan sampai suhu dalam panci turun sendiri. Setelah itu, ketupat bisa diangkat dan digantung dari simpul yang tadi dibuat, supaya air menetes keluar.

Kalau di rumah pakai panci presto, ibu tidak akan kerepotan lagi membuat ketupat, bongko ataupun lontong. Selain lebih efektif, gas yang digunakan untuk memasak lebih hemat pemakaiannya.


#Day-11
#30HariKebaikanBPN

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama